Menguap.

Sabtu, 29 Sep 2018, 22.00 WIB.

Malam ini gw secara gak sengaja nemu retweet-an orang tentang snapgram seorang selebgram yang membahas ‘fall in love with your partner all over again’. Di sana mbak selebgram itu meminta followersnya untuk berbagi cerita tentang hal apa aja yang bisa membuat mereka jatuh cinta kembali kepada pasangannya gak peduli sudah berapa lama mereka bersama. Lalu cerita-cerita yang datang dari followersnya bener-bener membuat hati hangat dan mata berkaca-kaca :)

Secara garis besar sih yang membuat mereka merasa jatuh cinta kembali dengan pasangannya itu karena hal-hal kecil dan sepele namun dilakukan dengan ‘refleks’ sehingga terasa tulus dan sangat peduli. Ya, merasa dicintai sehingga mereka jatuh cinta kembali. 

Tapi dibalik semua cerita mengharukan itu gw jadi mikir sebaliknya, ada gak yang merasa cinta bukannya datang kembali tapi malah semakin hari semakin hilang? Peluk yang seharusnya terasa hangat tapi malah terasa dingin? Ada gak, yang setelah diterpa masalah besar lalu melihat pasangannya berbuat ini itu untuk membuat dia bahagia tapi malah pikiran ‘ah itu dia jadi baik begitu karena mau nebus kesalahan aja, nanti juga balik jadi iblis lagi kalo dipikirnya gw udah maafin dia’ yang muncul? 

Pasti ada kan yang merasa begitu? 
Entah faktor besarnya masalah sehingga mustahil untuk memaafkan atau sedemikian bangsatnya pasangan karena melakukan kesalahan berulang.

Kenapa masih bertahan dengan pasangan yang seperti itu jika memang cinta sudah dirasa menguap? 

Well, denger. Alasan orang untuk bertahan ada banyak, dan alasan orang memilih pergi pun beragam. Gak perlu menghakimi. 

Kalau lo merasa gak cinta pasangan lagi tapi memilih bertahan dengan sebuah alasan, lo hebat! Tapi kalau lo memilih pergi ya gak salah juga. Hidup cuma sekali kan jadi silahkan lo yang memutuskan mana yg terbaik buat lo. 

Kalau itu terjadi sama gw, kalau cinta hilang dan gak bisa kembali, mungkin gw memilih pergi :)
Continue reading Menguap.

Rumah

Tuhan,
Jika menyatu tidak baik untukku, maka pisahkanlah. 

Tuhan,
Sesungguhnya aku enggan meminta lagi karena doaku Kau dengar pun tidak. 
Tapi sekali ini saja, mohon beri aku terang.
Agar aku tidak buta dan menjadi mahluk bodoh untuk kesekian kalinya.

Tuhan,
Aku rindu sepi.
Aku rindu dulu ketika disini hanya ada aku.

Tuhan,
Aku tidak mau di keramaian.
Aku lelah menyapa sesama dengan riang.
Aku lelah melemparkan canda tawa hampa.
Aku lelah menjawab lantang bahwa aku baik-baik saja.

Tuhan,
Aku tidak baik-baik saja.
Aku tidak akan pernah baik-baik saja.

Tuhan,
Tolong jawab tanyaku.
Kemana aku harus pulang?
Kepada siapa aku harus pulang?
Continue reading Rumah

Dimana akhirnya?


Apa yang kamu harapkan?
Panasnya matahari ketika musim penghujan tiba?
Nasi hangat beserta lauk pauknya ketika lapar melanda?
Atau intimnya peluk ketika tubuh beku diterpa sedih dan gundah?

Apa yang kamu harapkan?
Rumah kokoh ketika bumi dilanda gempa?
Lalu lintas tanpa hambatan ketika dikejar waktu?
Atau tatapan mengerti tanpa menghakimi ketika tak mampu bicara karena lidah kelu?

Apa yang kamu harapkan?
Nikmatnya hidup tanpa cobaan?
Segala fasilitas bonafit tanpa kerja keras?
Jabatan dan kehormatan diraih dengan jalan pintas?
Semua manusia berlaku seperti manusia?
Inikah?

Matilah kamu, Sayang..

Naifnya..
Berapa usiamu?
Apa pendidikanmu?
Masihkah kamu menipu diri sendiri bahwa semuanya akan berjalan baik sesuai harapanmu?
Pahamkah kamu bahwa kenikmatan pun adalah cobaan yang bisa berakhir menjadi boomerang kehidupanmu?

Sayang..
Bahkan yang sedarahpun bisa menorehkan luka
Apalagi mereka yang asing, yang tanpa tendeng aling-aling datang menghampiri
Menawarkan janji
Percayakah kamu padanya?

Sayang..
Dunia adalah seburuk-buruknya cobaan
Tempat dimana ekspektasi dan realita terkadang tidak berjalan berdampingan
Maaf, boleh dikoreksi?
Sebagian besar ekspektasi dan realita tidak berjalan berdampingan
Karena besarnya harapanmu tadi

Sayang..
Percayalah, manusia terkadang tidak berlaku seperti manusia yang mempunyai akal dan rasa
Terkadang manusia berlaku seperti binatang yang hanya menuruti insting dan nafsunya
Sayang..
Janganlah berharap tinggi kepada manusia..

Sayang..
Aku tidak bilang semua manusia tidak bisa dipercaya
Aku hanya ingin bilang jangan terbangkan ekspektasimu kepada manusia
Jangan terlalu berharap semua akan baik dan berakhir indah
Jangan tipu dirimu dengan angan-angan surga
Sayang, lindungi dirimu..

Sayang..
Kendalikan harapanmu
Jika nanti harapanmu terhempas dan terbuang
Kamu masih cukup kuat untuk berjuang
Sayang..
Sayangi hidupmu, jangan cari kecewamu.

Continue reading Dimana akhirnya?

Kilas Balik Prewedding

Selamat hari Valentine bagi yang merayakan!

Inget percakapan semalem dengan suami:
'Besok palentin loh. Kamu gak ada rencana ngasi aku kado kayak baju atau bunga gitu?'
'Enggak, malesin'

Ungkapan romantisme pacaran akan menghilang setelah menikah benar adanya ya ternyata buibuk.

Mumpung di hari yang penuh kasih sayang (dan mumpung gw gabut dikantor) ini gw mau share sedikit foto-foto prewedding gw sama Krisna dulu.

Cerita dikit boye kali yes.
Gw sama Krisna waktu itu pusingnya bukan main mikirin mau pakai jasa siapa untuk prewed ini. Awalnya ngegampangin tapi setelah tanya sana-sini barulah stres. Ternyata prewed itu mahal ya bok! Ada yang tembus sampai 15 juta HAHAHAHAHA MATI AJA GW. Akhirnya gw menjatuhkan pilihan ke @dhanaphotoworks (instagram). Karena apa pemirsa? Ya karena harganya masuk akal buat gw dan hasil foto mereka itu simpel menurut gw. Tau kan yang kalo ngedit fotonya lebay banget dikasi efek ini itu? Nah si dhana ini enggak. Masuk sama selera gw lah intinya. 

Ini harga Maret 2017 ya gengs


Gw ambil paket termurah yang 2,9jt itu. Tapi itu cuma jasa foto ya. Belum termasuk sewa gaun+jas, makeup, dan lokasi pemotretan. Kalau mau murah sih ya bisa aja foto di pantai atau di gunung gitu yang gretong tapi gw sama Krisna sadar diri sudah terlalu tua dan terlalu lelah untuk foto-foto di bawah sinar matahari Lampung yang ganasnya kayak emak-emak kehilangan tupperware, jadi kita memutuskan untuk sewa lokasi di hotel Swiss-Bell Lampung. Swiss-Bell ini ada paket gitu untuk yang mau foto prewedd disana, lucunya harga yang disebutin masing-masing marketingnya beda-beda haha. Pinter-pinter nego aja lah.

Ternyata eh ternyata total bikin kebaya, sewa gaun jas, beli baju, MUA, sewa hotel, jasa dhana, akomodasi gw bolak balik jkt-lpg, itu kena juga sih 15jt an. HIKS. Tapi gapapa sih itu kan udah semuanya. Bayangin yang jasanya aja udah 15jt sendiri hiyyy. Oh iya, dhana ini enaknya terserah kita mau foto-foto berapa jam, dilokasi mana aja, pindah lokasi, ganti baju berapa kali, mereka fleksibel lah. Pokoknya 2,9jt itu ya kita raja ratunya, gak dibatasin. Lo tau gak sih ada yang gak bolehin kita moto pake kamera hp? Males banget kan kalo dibates-batesin gitu, apalagi kalo nambah biaya ini itu diluar harga yang udah ditentuin.

Tema prewedding gw cuma 1. Simpel. Semua harus simpel. Baju gak boleh macem-macem, gaya gak boleh macem-macem, ngedit gak boleh macem-macem, makeup gak boleh tebel-tebel gonjreng-gonjreng. Hasilnya ya sesuai banget lah sama apa yang gw sama Krisna mau. Sederhana. Mungkin terlalu sederhana untuk sebagian orang tapi BUODO AMAT YE NYET namanya juga selera.

Hasilnya sih kira-kira gini.
Note: Ini tampilan fotonya gede banget padahal ukurannya gw setting medium, kayaknya default dari template blognya deh. Kalau mau liat lebih jelas silahkan di klik yes fotonya. Thx xoxo.

Ceritanya mau foto ala Bali tapi gak mau pake payas agung. Big no no.



ehehe




Videonya gini nih.


Sekian ya ceritanya hari ini. Semoga menginspirasi! Bhay.

Bonus. @anastasiabayaa (MUA), buntelan, uti (adek gw)









Continue reading Kilas Balik Prewedding

Sekilas tentang 2017

Hai! Selamat tahun baru 2018! *ditoyor*

Gile yak gw selama 2017 cuma posting sebiji doang haha. Payah lu tih. Katanya kemaren mau bertekad dan berkomitmen untuk selalu posting sesuatu minimal sebulan sekali zzz.

Gw memasuki tahun 2018 dengan suka cita dan mual-mual. Masih dengan status buruh perusahaan, tapi yang baru adalah gw gak lajang lagi cuuy. Tepat 16 September 2017 gw saaah jadi istrinya kawan kuliah yang gak pernah sekalipun gw lirik pada saat itu. Eh jangan salah, suami gw juga gak pernah lirik gw tuh. Dia mah sukanya melotoin cewek seksi, apalah daya gw yang semester 1 kuliah masih pake beha ukuran 32A, jelas gak masuk kriteria matanya.

Sekarang masih 32A? Tanya krisna ya haha! 
.
.
.
.
.
Apasih tih -_-

Gw mau review bentar tentang 2017 dan cita-cita apa aja yg udah tercapai.

  1. Gw mutasi jabatan (AKHIRNYA!). Kembali ke jalur hukum, dengan atasan yang super pinter dalam membimbing anak bawang cem gw biar gak tersesat ke jalan setan.
  2. Gw nikah. Nah, ini kayaknya perlu 1 post khusus deh buat nyeritain segala suka duka nyiapin tetek-bengeknya. Nyiapin nikah posisi lagi LDR dan keuangan mepet itu luar biasa guys sensasinya beneran. Apalagi keuangan gak dibantu orang tua. Berusaha mandiri ceunah.
  3. Udah itu aja sih ya hmm.
Lah dikit doang? Iya, itu sih highlight 2017 gw yang amat sangat berkesan. Lalu udahan nih ceritanya? Iya, capek gw. Besok lanjut ya gengs. Mmm maksud gw, besok besok entah kapan. BHAY! *ketchup tusatu*
Continue reading Sekilas tentang 2017
,

Selangkah lagi ❤️

Coba tebak! Gw punya tunangan doooong sekarang yuhuu 💕

Tepatnya 18 Maret 2017 kemaren gw resmi dilamar sama kawan sendiri haha. Kami ini sebenernya udah lama rencanain nikah, dari pacaran umur 2 bulan kalo gak salah. Cuma bingung karena kepentok modal.

Jadi begini, gw sama pacar itu sepantaran. Tuaan gw sih berapa bulan tapi tetep aja waktu itu kami masih 23 menuju 24. Apa coba yg lo harepin dari bocah baru kerja berapa taun? Ya foya-foya doang isinya nyenengin diri. Pacar sebelum ketemu gw niatnya nikah umur 28 keatas. Mau adeknya kelar kuliah dulu, mau puasin masa muda dulu katanya. Intinya bener-bener gak ada rencana nikah dalam waktu dekat jadi ya gaji sebagian besar abis buat mainan. Sama kayak gw. 

Mungkin bener kata orang, siapa tau rencana lo begitu karena belum ketemu orang yang pas. Orang yang bakal buat lo mikir 'ini dia, tunggu apalagi'. Lo belom ketemu orang yang ngebuat lo rela keluar dari zona nyaman dan ngelakuin sesuatu diluar batas kemampuan lo. Lo belom ketemu aja. 

Dan kami bertemu. Semua prinsip dan rencana bubar jalan lalu kami harus rombak semuanya dari awal. Jadi di umur pacaran 2 bulan kami udah ribut gimana caranya ini biar bisa nabung cepet biar bisa nikah. Gak tahan jauhan mulu brooo duh. Setelah diskusi panjang akhirnya kami sepakat untuk ngelewatin semuanya pelan-pelan. Apa yang bisa kami lakuin ya lakuin sembari nabung dan nyicil-nyicil.

Februari 2017, iseng doang padahal, kami rencanain lamaran. Serius deh, kami sama sekali gak mutusin mau lamaran tanggal berapa, apa yang harus disiapin, sama sekali enggak. Bener-bener cuma ide selintas trus kami realisasikan 😅

Berawal dari Krisna bilang sama bapak kalo dia mau ngelamar trus bapak ngundang Krisna dateng dulu bawa keluarga buat kenalan informal. Minggu depan, datenglah Krisna dan perwakilan keluarganya. 5-6 orang kali ya. Ngobrol ngarul ngidul, diputuskan minggu depannya lamaran hahaha. 18 Maret 2017, Krisna dateng bawa rombongan keluarga besar sekitar 25 orang kayaknya. Duh rasanya kalo inget hari itu masih membekas banget deg-degannya haha.

 

2 minggu kemudian kami prewed. Mungkin jiwa kami udah tua jadi mikirin prewed di pantai gunung lembah membelah hutan rasanya udah malesiiinnn banget. Gak kebayang panasnya, gerahnya, ribetnya. Setelah diskusi kami sepakat mau temanya simpel dan yaahhh elegan. Jadi maunya investasi di lokasi prewednya, bukan di baju aksesoris heboh dkk karena menurut kami kalo tempatnya bagus, walopun baju kami gak neko-neko dan asal fotografernya pinter, ya hasilnya bagus-bagus aja. Terpilihlah 7th hotel sebagai lokasi kami foto-foto mesra *uhuk*

 

Itu ambil pake kamera henpon ya sodara-sodara, di foto diem-diem sama adek gw haha. Behind the scene ceritanya. Trus kami disuruh akting untuk dibikinkan videonya. Halah gagal total disini jadi mari kita pasrahkan pada kemampuan editing mereka aja :'3

 

Foto diatas itu tim huru-hara. Ada fotografernya, mua & pacarnya trus ada adek gw juga nyempil. Seru karena semuanya heboh jadi sesi pemotretannya gak kaku. Well, semoga hasil jadinya nanti sesuai harapan. 

Ada yang lucu juga sih kemaren. Pas kami foto biasa aja, ya pegawainya juga cuek kerja gak ngeliatin. Udah biasa liat orang prewed disana kali ya. Pas disuruh pose sun bibir ala abg-abg korea eh pada nontonin semua :)))

Sekarang gw di jakarta, pacar di lampung, ngelakuin aktifitas harian dengan cincin emas melingkar di jari manis. Pengingat komitmen dan penguat LDR karena yakin aja berapa bulan lagi akan berakhir manis ❤️  

 

Love you, Tunanganku.
Continue reading Selangkah lagi ❤️

Sayang Anak Atau Meremehkan Anak?

15 menit yang lalu ada yg nelpon ke nomor 3 gw, yg notabenenya udah lama gak gw pake untuk urusan kerjaan. Bapak-bapak. Dia tau nama gw, di kantor cabang mana gw kerja. Lalu dia memperkenalkan namanya yg asing di telinga gw. Gw nggak kenal dan gw juga bingung dia dapet kontak gw dari mana.

Awalnya dia nanyain kabar kanit gw yang memang lagi sakit. Gw langsung mikir, oooh mungkin bapak ini 1 perusahaan sama gw dan berniat jenguk kanit gw. Lalu dia nanya, Ibu A masih kerja di cabang mbak gak? Kalo Ibu B? Ibu C masih disana juga gak? Si Bapak ngobrol ngalor ngidul lah nanyain pegawai-pegawai senior di kantor gw lagi apa, lagi kemana, ngobrolin pegawai-pegawai senior dari kantor cabang lain juga. Ya gw sih nanggepin dengan sopan aja yah, secara mungkin dia kawan lama senior gw yang udah lama enggak ketemu.

Ujungnya dia nanya apa bener kantor gw kekurangan pegawai kontrak? Katanya dia dapet info dari cabang lain bahwa kantor gw kekurangan orang. Kira-kira dia bilang begini, "Anak saya masukin lamaran kesana bisa kan ya mbak? Nama anak saya si X. Dia baru banget lulus nih. Nanti biar enak langsung nyerahin ke mbak aja ya. Biar nggak lama. Bisa langsung kan mbak?"

Setelah telpon ditutup, gw diem. Jujur gw jadi enggak respect. Maksud si Bapak nyebut semua pegawai senior di kantor, untuk secara halus bilang 'eh gw kenal semua pegawai sana, atasan-atasan lo juga gw kenal, jadi anak gw tolong lo prioritasin ya.'

Kalo memang anak ini niat kerja mah bisa kali ya masukin lamaran ke sana dan ke sini sendiri. Orang tua emang berkewajiban untuk membantu menyukseskan anak-anaknya, tapi menurut gw itu sebatas menyekolahkan saja. Mengenai karir ya usaha si anak sendiri dong. Apalagi katanya si anak itu baru lulus kuliah. Si Bapak gak yakin akan kemampuan anaknya sendiri itu sampe-sampe dia merasa perlu untuk turun tangan? Mungkin beda cerita kalo si anak sudah bertahun-tahun jadi pengangguran jadi orang tua harus menggunakan nama besarnya untuk mempengaruhi perusahaan agar menerima anaknya sebagai pegawai. Lah ini baru lulus cyin. Belom apa-apa bapaknya udah begini aja. Antara sayang anak dan meremehkan kemampuan anak jadi tipis sekali bedanya.

Menurut gw begitu. Apa karena gw hidup dengan prinsip 'jangan sampe orang melihat gw sebagai bayang-bayang nama besar orang tua' membuat gw memandang aneh orang-orang yang seperti itu? Ya nggak tau juga. Intinya gw jadi nggak simpati. Dan bete -_____-"
Continue reading Sayang Anak Atau Meremehkan Anak?