Apa yang kamu harapkan?
Panasnya matahari ketika musim penghujan tiba?
Nasi hangat beserta lauk pauknya ketika lapar melanda?
Atau intimnya peluk ketika tubuh beku diterpa sedih dan
gundah?
Apa yang kamu harapkan?
Rumah kokoh ketika bumi dilanda gempa?
Lalu lintas tanpa hambatan ketika dikejar waktu?
Atau tatapan mengerti tanpa menghakimi ketika tak mampu
bicara karena lidah kelu?
Apa yang kamu harapkan?
Nikmatnya hidup tanpa cobaan?
Segala fasilitas bonafit tanpa kerja keras?
Jabatan dan kehormatan diraih dengan jalan pintas?
Semua manusia berlaku seperti manusia?
Inikah?
Matilah kamu, Sayang..
Naifnya..
Berapa usiamu?
Apa pendidikanmu?
Masihkah kamu menipu diri sendiri bahwa semuanya akan
berjalan baik sesuai harapanmu?
Pahamkah kamu bahwa kenikmatan pun adalah cobaan yang
bisa berakhir menjadi boomerang kehidupanmu?
Sayang..
Bahkan yang sedarahpun bisa menorehkan luka
Apalagi mereka yang asing, yang tanpa tendeng aling-aling
datang menghampiri
Menawarkan janji
Percayakah kamu padanya?
Sayang..
Dunia adalah seburuk-buruknya cobaan
Tempat dimana ekspektasi dan realita terkadang tidak
berjalan berdampingan
Maaf, boleh dikoreksi?
Sebagian besar ekspektasi dan realita tidak berjalan
berdampingan
Karena besarnya harapanmu tadi
Sayang..
Percayalah, manusia terkadang tidak berlaku seperti
manusia yang mempunyai akal dan rasa
Terkadang manusia berlaku seperti binatang yang hanya
menuruti insting dan nafsunya
Sayang..
Janganlah berharap tinggi kepada manusia..
Sayang..
Aku tidak bilang semua manusia tidak bisa dipercaya
Aku hanya ingin bilang jangan terbangkan ekspektasimu
kepada manusia
Jangan terlalu berharap semua akan baik dan berakhir
indah
Jangan tipu dirimu dengan angan-angan surga
Sayang, lindungi dirimu..
Sayang..
Kendalikan harapanmu
Jika nanti harapanmu terhempas dan terbuang
Kamu masih cukup kuat untuk berjuang
Sayang..
Sayangi hidupmu, jangan cari kecewamu.
0 Post a Comment:
Posting Komentar