Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rumah

Tuhan,
Jika menyatu tidak baik untukku, maka pisahkanlah. 

Tuhan,
Sesungguhnya aku enggan meminta lagi karena doaku Kau dengar pun tidak. 
Tapi sekali ini saja, mohon beri aku terang.
Agar aku tidak buta dan menjadi mahluk bodoh untuk kesekian kalinya.

Tuhan,
Aku rindu sepi.
Aku rindu dulu ketika disini hanya ada aku.

Tuhan,
Aku tidak mau di keramaian.
Aku lelah menyapa sesama dengan riang.
Aku lelah melemparkan canda tawa hampa.
Aku lelah menjawab lantang bahwa aku baik-baik saja.

Tuhan,
Aku tidak baik-baik saja.
Aku tidak akan pernah baik-baik saja.

Tuhan,
Tolong jawab tanyaku.
Kemana aku harus pulang?
Kepada siapa aku harus pulang?
Continue reading Rumah

Dimana akhirnya?


Apa yang kamu harapkan?
Panasnya matahari ketika musim penghujan tiba?
Nasi hangat beserta lauk pauknya ketika lapar melanda?
Atau intimnya peluk ketika tubuh beku diterpa sedih dan gundah?

Apa yang kamu harapkan?
Rumah kokoh ketika bumi dilanda gempa?
Lalu lintas tanpa hambatan ketika dikejar waktu?
Atau tatapan mengerti tanpa menghakimi ketika tak mampu bicara karena lidah kelu?

Apa yang kamu harapkan?
Nikmatnya hidup tanpa cobaan?
Segala fasilitas bonafit tanpa kerja keras?
Jabatan dan kehormatan diraih dengan jalan pintas?
Semua manusia berlaku seperti manusia?
Inikah?

Matilah kamu, Sayang..

Naifnya..
Berapa usiamu?
Apa pendidikanmu?
Masihkah kamu menipu diri sendiri bahwa semuanya akan berjalan baik sesuai harapanmu?
Pahamkah kamu bahwa kenikmatan pun adalah cobaan yang bisa berakhir menjadi boomerang kehidupanmu?

Sayang..
Bahkan yang sedarahpun bisa menorehkan luka
Apalagi mereka yang asing, yang tanpa tendeng aling-aling datang menghampiri
Menawarkan janji
Percayakah kamu padanya?

Sayang..
Dunia adalah seburuk-buruknya cobaan
Tempat dimana ekspektasi dan realita terkadang tidak berjalan berdampingan
Maaf, boleh dikoreksi?
Sebagian besar ekspektasi dan realita tidak berjalan berdampingan
Karena besarnya harapanmu tadi

Sayang..
Percayalah, manusia terkadang tidak berlaku seperti manusia yang mempunyai akal dan rasa
Terkadang manusia berlaku seperti binatang yang hanya menuruti insting dan nafsunya
Sayang..
Janganlah berharap tinggi kepada manusia..

Sayang..
Aku tidak bilang semua manusia tidak bisa dipercaya
Aku hanya ingin bilang jangan terbangkan ekspektasimu kepada manusia
Jangan terlalu berharap semua akan baik dan berakhir indah
Jangan tipu dirimu dengan angan-angan surga
Sayang, lindungi dirimu..

Sayang..
Kendalikan harapanmu
Jika nanti harapanmu terhempas dan terbuang
Kamu masih cukup kuat untuk berjuang
Sayang..
Sayangi hidupmu, jangan cari kecewamu.

Continue reading Dimana akhirnya?

DIA...


Dia laki-laki biasa
Wajahnya biasa
Bentuk tubuhnya biasa
Tingkahnya biasa
Tuturnya biasa
Semua biasa


Dia laki-laki biasa
Dengan geraknya yang aktif
Tawanya yang berlebih
Matanya yang ekspresif'
Pola pikirnya yang sederhana
dan cenderung aneh


Dia laki-laki biasa
Yang membuatku tersenyum
Membuatku terdiam marah
Membuatku terhenyak kaku
Membuatku mendengus kesal
Membuatku luluh 


Dia laki-laki biasa
Temanku bercanda
Musuhku berdebat
Sahabatku berbagi
Warna dalam hariku


Dia laki-laki biasa
Dengan caranya yang licik
Menyusupi pikiranku yang kosong
Merasuki hatiku yang sunyi
Licik, ya...
Entah bagaimana dia menjadi laki-laki yang tak biasa
Karena aku mencintainya....
Continue reading DIA...
,

Aku Iri Padamu, Hujan..

Hari ini hujan lagi...
Seperti biasa, angin dan petir selalu menyertai kedatangannya.
Mereka setia sekali ya.
Selalu datang bersama,  jarang sekali mereka membiarkan hujan datang seorang diri.
Aku iri.
Kapan aku memiliki sesuatu yang mirip seperti itu?
Kalau teman senang, aku punya segudang.
Tapi tidak dikala duka.
Tidak seperti hujan, angin dan petir.
Walaupun kedatangannya membuat khawatir banyak orang, tapi mereka tetap bersama.
Kau tau, kebersamaan itu yang aku impikan.
Bersama saat senang, sedih, suka, duka...
Sekali lagi, aku iri pada hujan.
Continue reading Aku Iri Padamu, Hujan..

Ketika Hujan


Hari ini hujan

Gerimis.. Dan makin lama menderas

Aku bertanya-tanya..

Apa kau ingin berbaik hati padaku?

Kau ingin sembunyikan tangisku dengan gemerisik suaramu?

Kau ingin hilangkan air mataku dengan anginmu?

Kau ingin hibur aku dengan indahnya kilat petirmu?

Ya, mungkin niatmu baik,,

Tapi aku tak butuh kasihanmu!

Aku tak peduli dengan kerasnya tangisku, aku tak peduli dengan air mataku yang terus mengalir

Jadi kumohon berhentilah! 


Aku hanya tak ingin jejaknya terhapus oleh banjirmu..
Continue reading Ketika Hujan