Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Cinta. Tampilkan semua postingan
,

Untuk Kesayanganku..

Hari ini anniv kita, dan aku lupa. Maaf sayang, aku bukannya lupa tentang hari kita. Aku cuma lupa hari ini tanggal berapa. Di sini membuatku serasa terkukung dalam sebuah planet asing, tanpa hari, tanpa tanggal, karena nggak ada kalender tertempel di dinding kamar. Sungguh. Aku tau kamu nggak percaya, yasudahlah..

Banyak hal yang harus kita evaluasi. Misalnya tentang kedewasaan kita menyingkapi masalah. Aku dan kamu masih sedikit kekanakan. Aku dan kamu juga masih suka mempermasalahkan hal remeh, contohnya hal boleh-nggak-aku-pake-celana-pendek-selutut. Yang seperti itu aja bisa menjadi bahan pertengkaran kita selama berhari-hari. Kamu yang ketat dalam menjagaku berbanding terbalik dengan sifat keras kepalaku, aku susah diatur. Ya, hal kecil seperti ini benar-benar menguji tingkat kedewasaan kita dalam menjalani hubungan. 

Masalah kesabaran. Kamu lelet, aku nggak sabar. Benar-benar. Tapi sekali lagi, kedewasaan kita dituntut di sini. Kamu harus sedikit lebih gesit dan aku harus sedikit lebih sabar. Kita harus memaklumi. Kita harus saling memahami.

Yang paling penting, kita berbeda. Aku cukup bangga tentang yang satu ini. Sulit sekali menjalani hubungan jika orang yang terlibat dalam hubungan itu sangat berbeda, bahkan yang paling dasarpun berbeda. Tapi selama ini kita cukup bisa melewati rintangan perbedaan ini. Aku akui, toleransi kita lumayan tinggi. Aku bangga sekali.

Aku punya kekurangan, kamu yang melengkapi. Kamu punya kekurangan, aku yang memenuhi. Kita ini hanya berupa setengah jika berdiri sendiri. Berdua, dan kita lengkap. Setengah hatimu, setengah hatiku. Bersatu, berkomitmen untuk menjaga keutuhan hati kita, berusaha bagaimana caranya agar hati ini tidak retak dan rusak.

Aku jadi ingat perkataan seorang teman baik. Katanya "Tih, lo sama dia itu emang pasangan yang sempurna dalam ketidaksempurnaan". Ungkapan yang tepat sekali buat menggambarkan hubungan kita, iya kan?

Ah, sepertinya aku terlalu banyak bicara. Untuk yang terakhir, selamat tanggal 6 yang ke-tiga untuk kita, Sayang.. Doaku untuk kebersamaan kita tak pernah putus. Aku sayang kamu.

Ps: Jangan galak-galak sama aku, Sayang. Kamu mood booster aku. Kalo kamu marah terus, gimana aku bisa ceria setiap hari? 


Penuh cinta,

Ratih.
Continue reading

Surat Cinta


Untuk kamu yang tersayang..

Hai Sayang, apa kabar? Aku harap kamu sehat.
Ketika surat ini kutulis, hujan di luar sana turun dengan deras. Baik sekali ya mereka mau mewakili perasaanku yang sedang mendung ini.

Ngomong-ngomong aku baru saja menemukan folder foto-foto lama kita. Setelah kulihat, aku baru sadar ternyata banyak sekali kenangan yang kita habiskan bersama. Aku jadi teringat saat pertama kali kita bertemu. Saat itu aku sama sekali tidak pernah berpikir akan terus bersama kamu seperti ini. Suka? Oh- itu mimpi. Cinta? Apalagi! Cinta pada pandangan pertama? Oh-oh, buang saja pikiran seperti itu ke neraka.

Kamu yang tengil, kamu yang cerewet, kamu yang di cap playboy kelas teri satu sekolah. Mana mau aku punya pacar aneh seperti itu. Lalu, kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu? Hanya Tuhan yang tahu.

Pertama kita memulai dengan suatu hubungan yang dinamakan teman. Hanya teman. Aku yang saat itu hobi menangis, dengan kamu disisiku –dengan sikap anehmu- aku bisa tertawa lepas. Ketika aku patah hati, kamu dengan sabar menarikku keluar dari jurang kegalauan. Aku beruntung sekali punya teman seperti kamu.

Tanpa kusadari kamu mulai mengisi celah hatiku sedikit demi sedikit. Dasar licik. Bisa-bisanya aku tidak tahu! Semua orang tahu kamu mulai melakukan pendekatan, tapi –malangnya aku- aku tidak sadar sama sekali. Bodohnya.

Lalu tiba-tiba aku sudah terjerat oleh kamu. Aku mulai bergantung pada kamu, mulai mencari kamu, mulai merindukan kamu. Apa-apaan ini?? Kamu tahu, saat itu aku galau untuk kedua kalinya dalam hidupku. Setelah berusaha mencari arti perasaan ini dari kamus hati, aku tahu penyakit apa yang sedang menggerogotiku akhir-akhir ini. Cinta –aku tidak tau kenapa rasanya aneh sekali mengucapkan kata yang satu itu-.

Lucu bukan? Aku selalu mengidamkan cinta datang dengan beribu angan seperti yang terjadi di film-film romantis. Tapi yang terjadi: cintaku datang dengan sejuta keanehan. Entah siapa yang memulai, tahu-tahu kita menjadi sangat terikat satu sama lain.

Sekarang aku hanya bisa tersenyum ketika mengingat saat itu. Cinta bisa datang dalam kemasan yang berbeda rupanya. Ups. aku terlalu banyak menulis, Sayangku. Semoga kamu tidak lelah membacanya. Oh iya, aku mau meralat sesuatu. Aku beruntung sekali punya pacar seperti kamu.

NB: Hujannya sudah berhenti, dan aku tidak mendung lagi. Pasti itu karena kamu rindu padaku juga. Jangan bilang aku ge-er, aku tahu isi hatimu kok.

Salam hangat, Ratih.


Continue reading Surat Cinta