,

Mawarku, layu, dan mati..


Aku hanyalah sebuah mawar yang tumbuh diam-diam di pekarangan rumah seorang pria muda. Pria itu pribadinya manis dan lembut, terlihat dari caranya merawatku dari ancaman kekeringan hingga bisa tumbuh dengan cantik seperti ini. Aku hanyalah bunga biasa, namun dari matanya seolah-olah berkata akulah bunga teristimewa dari bunga-bunga lain yang ada di sana. Aku luluh. Aku mulai mencintai pria ini. Hari-hari yang kulalui terasa indah dan damai. Walaupun aku tidak bisa berbicara banyak padanya, tapi bahasa tubuhku cukup menunjukkan bahwa aku sangat membutuhkannya. Walaupun damai, tapi bukan berarti hidupku tidak penuh cobaan. Aku nyaris tumbang tertiup angin. Kelopakku nyaris kehilangan warnanya akibat terhembus debu. Setiap hari seperti itu. Lama-kelamaan kelopakku mulai layu juga, rontok satu persatu. Aku tampak menyedihkan. Namun akarku bertahan sekuat tenaga, menjaga tubuhku agar tidak ambruk ke tanah. Aku bertahan demi pria itu, demi melihatnya terus-menerus, demi kecintaanku padanya. Tapi apa yang terjadi?  Dia pergi. Dia berhenti menoleh padaku, dia tak peduli padaku. Seandainya aku bisa berteriak, ingin kukatakan padanya ‘tolong lihat aku sekali saja sebelum aku lelah menahan ini semua’. Dan tentu saja hal itu hanya bisa kudengungkan dalam hati.  Aku lemas, tenagaku lenyap. Akarku mulai kehilangan keteguhannya, tubuhku makin hari makin mengerut. Disisa-sisa nafasku, aku selalu berharap bisa melihatnya untuk yang terakhir kali namun ia tak kunjung datang. Waktuku tiba. Aku merasa kesadaranku mulai hilang, makin gelap, tubuhku tak bisa merasakan apa-apa lagi. Dalam satu tarikan nafas ini aku masih memikirkanmu. Tak disangka pria itu tergerak, ia mencariku di pekarangannya. Namun yang ditemukan hanyalah aku, si mawar liar yang telah layu, tergeletak diatas tanahnya. Dia menangisiku. Berusaha menghidupkanku lagi, menyiramku dan memberi pupuk. Tapi semua sudah terlambat. Aku telah pergi. Dalam kali terakhir itu aku memikirkanmu, berbisik lemah dalam hati. Aku mencintaimu, selamat tinggal... dan aku tertidur untuk selamanya..

2 komentar: