Postingan terakhir di bawah berjudul "Menuju 2022". Sekarang "Menuju 2023", alias HEBAT SEKALI RATEEEH KAMU BIARKAN BLOG INI SAWANGAN SELAMA SETAHUN TANPA POSTINGAN APA-APAAAAAAA!!"
Fiuh.
Lega sekali habis neriakin diri sendiri.
Tahun 2022 ini gila banget. Bener-bener deh. Hidup saya tuh beneran kayak lagi naik roller coaster setahun ini.
Super sibuk, super kewalahan, super emosian, super super super melelahkan.
Pulang kantor beneran nggak punya energi apa-apa selain rebahan. Saya lumayan sering menghamburkan uang di salon kecantikan untuk sekedar hair spa atau full body treatment sebagai salah satu cara terampuh mengatasi stress karena kerjaan.
Jadi kalau saya lagi paleng banget; apalagi kalau pulang kantor dalam keadaan kepala mendidih, saya akan langsung mampir ke salon untuk minimal treatment hair creambath deh. Bisa dibayangkan nggak betapa leganya ketika kepala kalian berat banget, pundak kaku, terus disiram air dingin sama terapis, dikeramasin, kepalanya digaruk-garuk dipijit-pijit ditekan-tekan, aduh pokoknya kebayang kan? Langsung enteng, paling enggak emosinya berkurang 50%.
Saya menganut prinsip pantang pulang ke rumah dalam keadaan marah karena takut anak-anak akan jadi sasaran pelampiasan emosi. Oleh karena itu lebih baik saya mengelontorkan uang untuk menyenangkan diri dulu, walaupun setelah itu saya ya pusing juga karena bokek. Tapi nggak apa-apa, itu lebih baik daripada pusing karena urusan kantor. Menurut saya ya.
Sebenernya banyak hal yang mau saya utarakan di sini terkait keresahan hati. Jiah.
Pengen misuh-misuh lho hamba, tapi atut ah di medsos itu banyak policinya.
Btw, si Kakak sudah 4 tahun dan sudah sekolah TK A. Ini biang kerok penambah kesibukan juga sih, selama ini kan saya jobdesknya adalah working mama. Udah itu aja. Pagi masak ala kadarnya, berangkat ke kantor, jam istirahat pulang ke rumah untuk masak, lalu ke kantor lagi, jam 5 sore pulang.
Sekarang karena Kakak udah sekolah, maka pagi-pagi saya harus masak yang bener untuk sarapan Kakak dan menyiapkan bekal sekolah. Lalu kakak berangkat dianter anty nya, tugas saya adalah jemput Kakak pulang sekolah jam 10.00 WIB. Kalau papanya lagi libur ya tugas jemput menjadi tugas papanya. Selebihnya ya sama seperti di atas, bedanya sekarang saya lebih sering pulang kantor jam 6 sore ke atas karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan.
Saya juga harus me-review tugas sekolah Kakak, bergabung pada grup Whatsapp wali murid, terlibat pada kegiatan lomba anak, memantau perkembangan Kakak melalui gurunya, dll. Kegiatan ini menuntut saya untuk terus berinteraksi dengan banyak orang, berhubung saya bukan tipe ekstrovert maka hal ini benar-benar menguras energi saya.
Setelah banyak bersosialisasi tuh...rasanya saya pengen menyendiri aja di kamar yang gelap tanpa gangguan untuk memulihkan tenaga :')
Kesehatan finansial juga belum ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak kesulitan tapi juga tidak berlebih. Selain kami masih banyak borosnya, sebagai sandwich generation ya tentu saya penghasilan kami tidak menjadi milik kami seutuhnya.
Kalau kata Krisna,"kita itu bukan mulai dari 0, tapi dari minus."
Cari biaya nikah sendiri, beli rumah sendiri, kendaraan sendiri, semuanya sendiri.
Udah tahu sandwich generation tapi kok gak menerapkan frugal living? Hehe sulit bestie, takut stress. Kerja jungkir balik sampe tipes, kalau tidak menyisihkan uang untuk senang-senang apa tydac ngenes?
Ya senang-senangnya juga bukan beli barang branded, liburan tiap bulan atau sesuatu yang mehong banget. Paling jalan-jalan ke mall doang nyenengin bocah, nyalon, makan enak, sesuatu seperti itulah.
Eh ini dengan catatan kami punya asuransi ya dan keluarga juga sudah tercover sehingga meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kebangkrutan karena jatuh sakit.
Jadi untuk urusan kesehatan finansial harapannya tahun depan akan ada perbaikan. Mudah-mudahan mulai bisa menabung lebih banyak, atau ya kalau tidak bisa maka semoga ada kenaikan penghasilan. Mana aminnya saudara-saudara?
Ngomong-ngomong saya lagi positive covid nih bersama anak-anak. Ini kali kedua saya terjangkit virus brekele ini, yang pertama bulan Maret 2022. Tapi kami baik-baik saja kok dan saat ini sedang masa pemulihan.
Baiklah, sekian dulu update hari ini. Mudah-mudahan besok saya bisa cerita lebih banyak ya. See you!
0 Post a Comment:
Posting Komentar