Sleepy Head

Memasuki pertengahan bulan puasa, seperti kebanyakan pegawai yang sedang menahan lapar hausnya saya memang menjadi lebih malas daripada biasanya. Oh tentu, saya tidak ikut menahan lapar dan haus. Saya hanya tertular rasa malasnya saja. Bahkan saat ini diam-diam saya sedang menyantap bekal nasi goreng di kubikel padahal jam masih menunjukkan pukul 10.41 WIB.

Saya cukup beruntung tahun ini perusahaan mengeluarkan kebijakan jam kerja kerja dimulai dari 08.00 – 15.00. Tahun lalu sepertinya pulang jam 4 sore, entahlah saya lupa. Yang jelas saya melenggang keluar kantor pukul 15.01 dengan bahagia, sampai rumah bisa tidur siang memulihkan tenaga.

Ini yang dinamakan rejeki ibu hamil. Hehe.

Selama bulan puasa kegiatan eksternal 90% dihentikan. Tidak ada sosialisasi, tidak ada kunjungan ke desa-desa, tidak ada pertemuan offline dengan mitra perusahaan. Sebagai kroco mumet yang tugas utamanya meliput kegiatan eksternal organisasi, tentu ketiadaan kegiatan seperti ini menyebabkan saya minim kerjaan dan nyaris makan gaji buta.

Bersyukur dan tidak bersyukur sih.

Saya bersyukur karena hal tersebut membuat saya lebih rileks, tidak gampang lelah terutama dengan kondisi kehamilan saya yang sedikit rewel dibandingkan kehamilan pertama yang lalu. Namun saya juga benci duduk manis seharian seperti ini.

Tugas sampingan sudah saya selesaikan semua saking getolnya saya mencari kesibukan. Begitu ada tugas lain yang menghampiri, saya kerjakan dengan semangat 45. Karena terlalu semangat ya akhirnya pekerjaannya cepat selesai. Lalu saya menganggur lagi..

Twitter, facebook, Instagram. Saya sampai bosan scroll media sosial. Untung ada blog ini, setidaknya saya bisa tampak sibuk mengetik sesuatu.

Aduh saya harus ngapain lagi. Haruskah saya bikin puisi? Pantun? Cerpen?

Yang jelas jangan sarankan saya mendengarkan musik atau nonton youtube. Saya sudah eneg.

0 Post a Comment:

Posting Komentar