Semua bikin bernostalgia

Uhm. Oke. Hai *malu*

Sekarang jam istirahat makan siang yang gw isi dengan buka-buka postingan lama gw. Gw bacain satu-satu, yang mana itu adalah hal mudah karena gw cuma posting sedikit sekali tiap tahunnya. Gak kerasa, blog gw hampir berumur 6 tahun. 6 TAHUN COY! Suatu keajaiban gw nggak lupa email dan password diary online gw ini.

Semakin scroll kebawah, semakin sumringahlah gw. Semakin najislah cengiran gw. Gimana gak senyum-senyum? Semua hal lucu yang terjadi gw posting. Dari galaunya gw, sebelnya gw, senengnya gw. Dan gw amat sangat bersyukur suka posting segala sesuatu yang berhubungan dengan proses perkuliahan gw. Bikin gw super kangen dan pengen balik ke masa-masa kuliah. Gimana gak? Disana tertulis jelas pas gw lagi stres karena nilai yang gak kunjung keluar di siakad online. Pas gw lagi kebingungan karena nilai jelek. Sebel sama dosen. Ya ampun, gw kangen.

Gw posting tentang kawan-kawan gw, tentang hari gw, tentang percintaan gw. Semuanya bikin gw happy ketika dibaca ulang.

Tapi ada satu hal yang gw amat sangat bersyukur sampe rasanya pengen sujud, yaitu gaya tulisan gw hampir tidak berubah dari tahun 2010 sampai sekarang. Trims God, gw tidak pernah memposting sesuatu menggunakan bahasa 4L@Y hahaha

Kalo ada 1 media sosial yang gw nggak berani scroll sampai bawah, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah facebook gw. TIDAK TAHAN! YA TUHAN MAKIN KEBAWAH MAKIN KELIATAN KALO GW PERNAH SENAJIS ITU! *histeris*

Sudahlah. Facebook emang penuh dengan aib kealayan dan kenajisan gw. Tapi tetep aja gw nggak tega mau ngehapus akunnya. Sayang, banyak kenangannya. Kayak blog gw ini. Baiklah, udah segitu aja buat siang ini. Sekarang udah jam 1 lewat dan gw harus balik membanting tulang. Sampai jumpa dicerita selanjutnya! *kiss*
Continue reading Semua bikin bernostalgia

Hujan dan Nggak Bisa Pulang

HAI!

Btw, ini post kedua tahun ini. Doakan gw bisa memposting sesuatu minimal sebulan sekali ya (AMIN!).

Ngomong-ngomong langit sore ini luar biasa gelepnya. Mana metromini pake acara mogok segala. Jadi ya adinda pulangnya gimane dong? Mau naik taksi males banget. Males macetnya, males ongkosnya juga haha.

Tadi pagi gw demam lagi karena masuk angin dan efek tidur cuma 3 jam. Terpaksa gw izin dateng terlambat ke kantor karena kepala nggak bisa diajak kompromi. Sebenernya bisa aja gw nggak ngantor, tapi gw yakin gw bakalan makin migren kalo kebanyakan tidur di kosan jadi yasudah gw putuskan untuk masuk aja. Lagian lebih aman pingsan di kantor kan daripada pingsan dikosan dan gak ada yg tau? Jadi ya disinilah gw sekarang, masih migren dan kebingungan karena nggak bisa pulang -____-

Eh. Udahan lah. Gw harus pulang sekarang apapun yg terjadi. Kepala makin nyut-nyutan. Bye! Sampai ketemu kapan-kapan.
Continue reading Hujan dan Nggak Bisa Pulang

Kalau cinta, pilih mana?


Seseorang pernah berkata, “cinta tidak memandang usia. Ketika saat itu datang, memangnya usia masih bisa menjadi tolak ukur?”

Bener. Bahkan Yuni Shara dan Raffi Ahmad bisa jatuh cinta kan? Ya walaupun putus juga sih.

Lalu lanjutnya, “Dulu gw hampir nggak pernah ngeyakinin cewek. Prinsip gw, gw ya seperti ini. Kalo lo gak mau, yaudah. Dan itu salah. Karena prinsip seperti itu nggak ngerubah kita dan pasangan menjadi lebih baik, stagnan aja. Disitu-situ aja.”

Di titik ini gw agak mikir. Terjebak diantara “terima pasangan apa adanya” dan “jangan cintai aku apa adanya”. Seperti lagunya Tulus.

Di satu sisi, dicintai pasangan apa adanya itu emang enak. Seperti “gw terima lo dengan segala kejelekan dan keanehan lo.” Lo nggak mesti merubah apapun. Nggak mesti berubah menjadi apapun. Enjoy dengan diri lo sendiri dan bebas dari tuntutan.

Tetapi dilain pihak, dicintai seperti lagunya Tulus itu juga nggak selamanya buruk. Memang terkesan menuntut pasangan, tapi kalau hasilnya demi kebaikan lo dan pasangan lo sendiri, emangnya gak bagus?

Penampilan lo berantakan, berubah jadi rapi.
Lo kelebihan berat badan, berubah menjadi lebih kurus dan lebih bugar.
Lo terlalu manja, berubah menjadi lebih dewasa dan pikir panjang.
Lo egois, berubah menjadi lebih pengertian dan akrab dengan kata “maaf”.
Di support untuk berpendidikan tinggi, untuk karir yang gemilang walau harus merelakan waktu berkencan kalian akan terbagi dengan usaha pasangan menggapai cita-cita.

Lihat? Nggak selamanya dituntut oleh pasangan itu buruk. Dan terpujilah kalian yang kepikiran untuk merubah diri menjadi lebih baik sebelum diminta oleh pasangan. Karena kita sebagai manusia nggak boleh hanya bisa mengoreksi orang lain. Koreksi diri lebih penting. 

Berubah demi orang lain memang sulit. Jadi ini pilihan lo sendiri, mau nyaman dengan semua yg ada dengan diri lo saat ini, atau berusaha berubah lebih baik demi pacar atau seseorang yang lagi lo perjuangin.

Oh iya, hidup memang penuh pilihan kan?

“Lo bikin gw berusaha pantes buat lo...”
...
...
Gw bisa apa selain diem?

Continue reading Kalau cinta, pilih mana?

Cinta?

Nyaris tengah malam. Mari kita berbicara tentang....cinta.

Here we go.

Masalahnya begini. Semakin tua umur gw, gw semakin bertanya-tanya. Cinta itu apa sih sebenernya kakak? Jaman masih ABG labil nan kecentilan gw selalu yakin ketika naksir laki-laki gw pasti bilang 'ini pasti cinta nih'. Tapiiiii semakin lama yg namanya cinta itu semakin abstrak buat gw. Kayak angin. 

Dititik ini gw bingung membedakan yg mana yg namanya cinta dan yg mana yg namanya naksir. 

Menurut seorang kawan yg namanya gak mau disebutkan, naksir adalah suatu keadaan dimana lo mulai deg-degan kalo deket sm si A atau B atau C. Mulai sedikiiit cari perhatian. Mulai salah tingkah. Mulai jaim. Mulai...yah...kayak ada kupu-kupu beterbangan diperut lo kalo lo ada kontak fisik sm si orang itu. 

Tapi kalo cinta, doi melanjutkan, adalah suatu keadaan lo gak mau kehilangan seseorang. Gak rela kalo jauh. Aman kalo sama-sama. Nyaman kalo berdua. Ada hasrat melindungi. Cemburu. Rela ngeduluin kebahagiaan orang itu daripada kebahagiaan lo sendiri. Intinya, perasaan lo udah terikat dalem sama 1 orang itu.

Tapi, bukannya naksir jg ada rasa cemburu? Gak rela kalo jauh? Gak mau kehilangan? 

Dan kayaknya kok naksir lebih enak ya daripada cinta. Lebih greget gitu.

Semakin dipikir, semakin kabur batas antara naksir dan cinta. 

Dilevel mana gw bisa dibilang cuma sekedar naksir dan dilevel mana gw bisa dikatakan jatuh cinta? Atau kelewat cinta mungkin?

Mungkin setiap orang punya standar masing-masing buat menentukan mana naksir mana cinta.

Dan setiap orang punya standar masing-masing untuk menilai apakah orang itu cuma naksir atau beneran cinta sama kita.

Terus sekarang sudah nyaris jam 12 malam dan gw masih kebingungan.

Gimana kalo kita merasa kayaknya cuma naksir, tapi si orang itu merasa kita jatuh cinta sama dia?

Gimana kalo malah sebaliknya, kita merasa udah jatuh cinta amat sangat tp orang itu merasa kita cm sekedar naksir, dan menurut dia perasaan naksir kayak gitu gak pantes diperjuangin? Gak pantes untuk dilihat dan dihargain?

Nah kan.

Ikan sudah bobok dan ratih masih bingung.

Hal-hal kayak gini ini nih yg kadangan bikin gw melek sampe pagi mikirinnya.

Dan pada akhirnya gw cuma bisa bilang dengan gamblang kayak orang lain. 

'Iya, gw cinta sama lo'

'Gak, gw benci sama lo'

'Gw cuma naksir keleus, jangan kepedean gw udah cinta'

Ya itulah hasil otak gw yg suka bingung. Bilang suka, cinta, benci, gak dipikirin bener-bener apa emang itu yg gw rasain. Apa bukan. 

Jadi berhubung gw aja kebingungan menghadapi diri gw sendiri, silahkan menilai tindakan gw ke lo itu termasuk kategori apa. Suka kah. Benci kah. Cinta kah. Pura-pura kah. Sok manis kah.

Karena katanya, sekuat apapun berusaha ditutupi, perasaan yg sebenernya akan tetep ketauan kan?

Tapi itu kalo lo pinter menilai.

Hehe. Sekian itu saja. Selamat tengah malam.
Continue reading Cinta?

2014-2015

HALO!

Oke, ini pengakuan dosa. Selama 2014 gw gak pernah posting apa-apa doooong, kemane aja sih lu Tih? ><

2014 bener-bener berkesan buat gw.
1. Skripsi.
2. Wisuda.
3. Dapet kerja.
4. Sekian dan terima kasih.

Jadi 2014 itu tahun super sibuk buat gw yang lagi berusaha wujudin cita-cita jadi anak yang membanggakan orang tua dan berguna
Continue reading 2014-2015