,

Menjelang Pertengahan 2021

Hai!

Hari ini tanggal 22 April tahun 2021, maka belum terlambat bagi saya untuk mengucapkan selamat tahun baru 2021 semuanya!

-uhuk-

Oh iya karena bulan ini masih April, maka belum terlambat juga bagi anda untuk mengucapkan selamat ulang tahun ya Ratih! Usianya saat ini berapa?

Ah, masih muda. 29 tahun. 

-uhuk-

Baiklah. Sehubungan dengan langkanya kehadiran saya di blog ini, maka seperti postingan yang sudah-sudah saya akan merangkum beberapa kejadian yang saya alami beberapa bulan kebelakang.

  1. Tahun 2020 adalah tahun kesuksesan diet saya. Saya mulai diet di bulan Agustus 2019 saat bb di angka 74kg, dengan mengatur pola makan dan olahraga tipis-tipis seiring berjalannya waktu berat badan saya turun dan stabil di angka 58kg pada bulan Agustus 2020. Saya ingin diet lagi sampai 55kg susah sekali.
  2. Suami saya, Krisna suka bercanda 'oh gapapa kok diet lagi sampai 55kg, abis itu kamu tak hamilin,". Tidak saya gubris. Saya hanya lanjut diet dan olahraga lebih keras, namun begitu angka timbangan saya mencapai 56kg di bulan Desember 2020, saya hamil :) Krisna no play-play.
  3. Tanggal 1 Januari 2021 saya habiskan dengan bedrest total selama 10 hari karena diketahui ada pendarahan saat USG yang mengancam keselamatan janin saya. Selama ini saya membayangkan alangkah enak menjadi kaum rebahan di kasur 24/7, namun begitu merasakannya sendiri, aduh! Tobat! Saya selalu asam lambung karena makan pun harus dalam kondisi rebahan dan hanya disangga bantal, saya pusing setiap hari, sakit punggung, lalu saya tidak bisa melarikan diri saat ada yang masak di dapur. Saya harus menutup wajah saya rapat-rapat dengan bantal agar bau masakan tidak tercium hidung saya karena saat itu saya mengalami all day sickness.Uh.
  4. Trimester pertama saya lalui dengan tangis, air mata dan kejompoan yang hakiki. Berat badan saya malah turun. Saya tidak bisa makan masakan rumah. Saya tidak suka ada di rumah, rumah terlalu bau masakan. Saya hanya makan di kantor atau makan roti saja seharian. Sore saat dijemput Krisna pulang kantor, saya suka merengek minta diajak jalan-jalan muterin kota sampai lepas magrib. Saya nyaman sekali berada di mobil karena tidak ada bau makanan di sana. 
  5. Saat hamil muda, badan saya tidak bertenaga sama sekali. Rasanya seperti tidak memiliki tulang. Bahkan bernafas saja saya lelah sekali karena dada saya terasa sesak. Ketika saya rebahan setelah pulang kerja, saya tidak punya tenaga untuk sekedar membalikkan badan ke kanan dan ke kiri. Untuk mandipun saya harus duduk menggunakan kursi karena saya tidak kuat berdiri lama-lama. Saya juga ringkih luar biasa. Selain selalu asam lambung, saya tidak kuat dingin. Hanya bersender di tembok selama 30 detik saja rasanya badan saya menggigil dan perlu kerokan.
  6. Memasuki trimester 2 sampai sekarang, saya saat ini 21 weeks btw, saya mulai kembali fit. Dahulu saya berjuang untuk makan, sekarang saya berjuang untuk mengontrol nafsu makan. Sejauh ini saya sudah naik 10kg dan akan terus bertambah :)))
  7. Hasil USG menyatakan kalau calon anak saya sepertinya perempuan lagi. Dokter mengatakan 'ah ini belum pasti, kita pastikan lagi nanti pas umur 7 bulan ya,". Dokter sepertinya memahami kalau untuk orang Bali kehadiran anak lelaki memang penting dan dinantikan sekali, jadi beliau tidak ingin membuat saya kecewa. Padahal ya nggak apa-apa, apapun jenis kelaminnya yang penting sehat kan? 
  8. Sehari sebelum hari ulang tahun saya, Krisna berkata dengan tanpa dosanya 'mama nggak mau beli kue ulang tahun? Duit jajanku habis, ndak bisa beliin mama kue,". Memang sebagai menteri keuangan negara lokal, saya memberikan jatah uang jajan Krisna per hari dengan sejuta pertimbangan yang tidak akan saya jabarkan di sini. ATM gaji, semua saya yang pegang ATAS persetujuan Krisna. Saya tau dia bokek tapi mbok ya jangan nyuruh hamba beli kue ulang tahun sendiri dong :) Lalu dia berkilah, khusus untuk ulang tahun saya dia sudah mengurus hari libur ditengah jadwal kerjanya yang padat, agar bisa 24 jam bersama saya merayakan ulang tahun. Okelah. Senang kok saya, apalagi saya dipersilahkan membeli kado sendiri. 
  9. Kantor saya mengalami pergantian kepala cabang. Kepala cabang yang baru ini baru masuk beberapa hari di kantor, dan hari ini saya bolak-balik menghadap beliau di ruangannya dengan kondisi rol rambut masih terpasang dengan indah di kepala. Tidak ada yang menegur saya sama sekali lho. Wow, first impression yang membagongkan. Hal ini cukup mempengaruhi nafsu makan saya siang ini.
  10. Wajah saya membaik. Jerawat meradang sudah nyaris hilang, tinggal beruntusan sedikit aja. Saya happy sekali berhubung saat trimester 1 kemarin wajah saya full jerawatan dan nyerinya luar biasa.
Yasudah, sekian dongengnya. Mudah-mudahan tulisan selanjutnya di blog ini masih ada di rentang tahun 2021 ya. Bye-

Continue reading Menjelang Pertengahan 2021

Update Skill

 Halo!

Sekarang pukul 02.24 PM, waktu bagian ngantuk-ngantuknya untuk pekerja kantoran.

Saya gabut. Kerjaan sih kalau dicari ya ada aja tapi saya sedang tidak bisa konsentrasi karena memikirkan mango rice di kulkas kantor yang mau saya bawa pulang untuk suami, tapi saya juga pengen makan mango rice sekarang mumpung hujan.

Lalu apa hubungannya mango rice sama hujan?

Lalu apa hubungannya mango rice sama tidak bisa konsentrasi?

Alasannya ya saya gabut aja tapi nyari-nyari alasan supaya gabut saya dilandasi alasan.

Paham nggak? Paham kan ya? Iya dong.

Untuk mengisi kegabutan yang hakiki ini, saya berusaha mengganti template blog ini dengan tema blog baru yang tentu saja di unduh gratis.

Bikin sakit kepala.

Memang ya ada harga ada rupa. Template blog gratis itu aneh semua.

Lalu saya menemukan 1 template blog ini. Saya suka, tapi peletakannya saya nggak suka.

Link nya berantakan.

Karena saya nyaris miskin sehingga tidak bisa hire tim untuk ngurusin SEO blog ini, saya memutuskan untuk belajar HTML (HyperText Markup Language).

Setengah mati melototi kode-kode alien, akhirnya saya bisa menyambungkan menu header saya dengan laman yang dituju.

Tadinya gak ada nih. Saya edit di HTML blog ini. Keren kan saya?


Untuk bagian yang lain lagi saya cicil ngaturnya. Sebagai orang yang awam sama ginian, hasilnya cukup membuat saya berbangga hati.

Ternyata saya bisa kok. Kalau kepepet.

Kamu kalau nggak bisa, jangan menyerah. Mungkin kamu belum kepepet aja.




Continue reading Update Skill

Menuju akhir tahun di tengah Pandemi Covid-19

Ini adalah postingan pertama di tahun 2020, dimana semakin menekankan bahwa saya adalah blogger paling tidak konsisten sejagad raya.

Satu-satunya yang bisa saya banggakan adalah saya tidak melupakan username dan password blog ini bahkan setelah 10 tahun berlalu.

Jadi, apa kabar?

Oh maaf, jawabannya sudah jelas. Seharusnya saya tidak bertanya kabar.

Kabarmu dan kabar kita semua saya rasa hampir sama. Tahun 2020 tidak berjalan sebaik biasanya karena pandemi Covid-19.

Banyak kehilangan, banyak kesedihan.

Di tahun 2020 ini juga terlihat mana manusia yang tidak perduli dengan manusia lainnya.

Manusia yang kehilangan sisi kemanusiawiannya.

Saya harap kita semua tetap waras dan bisa berfikir jernih.

Badai pasti berlalu. Pandemi ini pasti bisa kita kalahkan bersama.

Ayo. Jangan putus asa.

Ayo. Saling menjaga.

Continue reading Menuju akhir tahun di tengah Pandemi Covid-19

Kejompoan di umur 27

Selamat bulan Mei, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yg menjalankan!

Hampir memasuki bulan ke-2 sebagai staff dengan jabatan rangkap, tapi hidup gw masih baik-baik saja. Gw masih bisa ketawa, senyum simpul najis, ngomel-ngomel juga. Nangis sih jangan ditanya.

Anak gw yang mau 9 bulan umurnya juga lagi lucu-lucunya. Kemarin merangkak cuma 2 langkah, hari ini bisa 5 langkah. Kemarin masih cuek nonton tipi pas mamanya ngantor, sekarang udah ngerengek-ngerengek minta ikut. Terkadang capekkk bgt menjalani hidup sebagai workingmomma tapi ya gimana. Hidup terlalu keras kalau gw gak punya penghasilan sendiri.

Lalu masuk kebagian curcol.

Beberapa bulan kebelakang gw kayak punya 2 kepribadian. Gw bukannya menyembunyikan sendu dibalik muka cengengesan gw, bukan. Gw itu kalau seneng ya seneng aja. Ketawa ya ketawa aja walaupun gw lg sedih, gw tetep bisa ngerasa seneng. Tapi gw bisa tetiba sedih tanpa ada pencetus. Lagi ketawa-tawa, semenit kemudian sedihnya gak ketulungan.

Gw mulai memikirkan secara serius untuk mengunjungi psikolog. Sepertinya gw perlu bantuan medis.

Karena gw sangat sadar ini enggak sehat. Gw takut keadaan gw ini berpengaruh ke sikap gw ke anak, ke keluarga. Gw sadar sekali sudah menjadi mahluk super duper menyebalkan akhir-akhir ini. Eh atau enggak ya? Gw aslinya udah nyebelin mungkin?

Gw juga jadi sering sakit kepala, bisa jadi karena otak gw dipaksa buat mikirin sesuatu diluar kapasitas kekuatan daya pikir. Sering tiba-tiba demam juga.

Yasudahlah ya, gw lanjut nyari informasi mengenai jasa psikolog yg murah meriah dulu.
Salam jompo.
Continue reading Kejompoan di umur 27

2019, Lingkungan Baru, Hidup yang Baru

Sudah 2019 dan aku masih tetap tidak konsisten menulis di sini hm.

ENIWEI, aku sudah tidak menjadi warga Jakarta dari akhir Januari 2019. Sebetulnya sih ragu dengan rencana mutasi ini tapi karena sudah bosan dengan kemacetan pagi siang malam dan penasaran dengan job desk baru di tempat yang baru akhirnya ya mantaplah hati ini.

Sekarang sudah hampir Mei 2019, gak disangka menyenangkan sekali di tempat baru ini. Walau menurut teman-teman keadaan di sini tidak seasik tahun-tahun sebelumnya tapi tetap saja bagiku ini jauh lebih baik dibanding saat masih di Jakarta. Kerja tetap lelah, tetap pulang sore, tapi bangun pagi Senin-Jumat sudah tidak terasa berat lagi. Akhirnya bisa merasa semangat berangkat ke kantor, ikhlas pulang agak malam demi tuntasnya tugas.

Tapi seolah ada yang tidak suka melihat aku riang, diberikannya aku kado pahit untuk melengkapi hidupku yang mulai manis. Tidak apa-apa. 

Namanya juga manusia, cobaannya tiada tara.
Continue reading 2019, Lingkungan Baru, Hidup yang Baru

Menguap.

Sabtu, 29 Sep 2018, 22.00 WIB.

Malam ini gw secara gak sengaja nemu retweet-an orang tentang snapgram seorang selebgram yang membahas ‘fall in love with your partner all over again’. Di sana mbak selebgram itu meminta followersnya untuk berbagi cerita tentang hal apa aja yang bisa membuat mereka jatuh cinta kembali kepada pasangannya gak peduli sudah berapa lama mereka bersama. Lalu cerita-cerita yang datang dari followersnya bener-bener membuat hati hangat dan mata berkaca-kaca :)

Secara garis besar sih yang membuat mereka merasa jatuh cinta kembali dengan pasangannya itu karena hal-hal kecil dan sepele namun dilakukan dengan ‘refleks’ sehingga terasa tulus dan sangat peduli. Ya, merasa dicintai sehingga mereka jatuh cinta kembali. 

Tapi dibalik semua cerita mengharukan itu gw jadi mikir sebaliknya, ada gak yang merasa cinta bukannya datang kembali tapi malah semakin hari semakin hilang? Peluk yang seharusnya terasa hangat tapi malah terasa dingin? Ada gak, yang setelah diterpa masalah besar lalu melihat pasangannya berbuat ini itu untuk membuat dia bahagia tapi malah pikiran ‘ah itu dia jadi baik begitu karena mau nebus kesalahan aja, nanti juga balik jadi iblis lagi kalo dipikirnya gw udah maafin dia’ yang muncul? 

Pasti ada kan yang merasa begitu? 
Entah faktor besarnya masalah sehingga mustahil untuk memaafkan atau sedemikian bangsatnya pasangan karena melakukan kesalahan berulang.

Kenapa masih bertahan dengan pasangan yang seperti itu jika memang cinta sudah dirasa menguap? 

Well, denger. Alasan orang untuk bertahan ada banyak, dan alasan orang memilih pergi pun beragam. Gak perlu menghakimi. 

Kalau lo merasa gak cinta pasangan lagi tapi memilih bertahan dengan sebuah alasan, lo hebat! Tapi kalau lo memilih pergi ya gak salah juga. Hidup cuma sekali kan jadi silahkan lo yang memutuskan mana yg terbaik buat lo. 

Kalau itu terjadi sama gw, kalau cinta hilang dan gak bisa kembali, mungkin gw memilih pergi :)
Continue reading Menguap.