Segala hal yang terjadi pada diriku adalah urusanku.
Continue reading Menjelma
Dalam hal apapun, termasuk menyukaimu.
Itu pilihanku. Tidak ada sangkut pautnya denganmu.
Manusiawi memang jika ingin disukai dengan cara yang sama.
Diperlakukan dengan cara yang sama.
Dipandang seperti caraku memandangmu.
Manusia dan ekspektasinya yang terkadang membunuh logika secara perlahan.
Dan secara tidak sadar membiarkan hati terlalu berperan.
Kekecewaan, tentu saja ini adalah ganjaran setimpal untukmu yang terlalu menjunjung kesetaraan.
"Aku memperlakukanmu seperti ini, maka aku ingin kamu memperlakukanku demikian juga."
Kurasa sudah jutaan quotes yang isinya larangan berharap pada manusia karena pada akhirnya akan kecewa. Lalu, kenapa masih berharap?
Lindungi dirimu dari perasaan yang tidak perlu.
Bukankah tahta tertinggi dari menyukai adalah melihat dari jauh dan menikmati indahnya dalam diam, tanpa berupaya meraihnya?
Maka kukatakan saja sekarang..
Dear kamu, orang yang kusukai.
Maaf ya, sepertinya kemarin aku melampaui batas.
Terlalu banyak bersikukuh dan memaksakan kehendakku padamu.
Padahal sudah jelas perasaanku padamu adalah pilihanku sendiri, sudah sepatutnya kunikmati apa adanya tanpa mengharapkan perubahan darimu.
Karena perasaanku padamu adalah urusanku.
Kamu cukup berlaku seperti biasanya.
Dear kamu, orang yang kukagumi.
Akan kubuat semua ini lebih mudah untukmu dan untukku.
Jika langkahku tak bisa kamu ikuti, daripada menyeretmu untuk menyamakan ritme; maka aku yang akan menyamakan langkahku denganmu.
Sulit bagimu untuk mengikuti mauku, maka aku yang akan menyesuaikan diri dengan kemauanmu.
Katamu, jadilah diriku sendiri.
Sudah kucoba, tapi aku gagal.
Aku gagal untuk tidak sedih.
Aku berhasil menjadi diriku sendiri, tapi aku kalah dalam hal menenangkan hatiku untuk tidak terus-terusan kecewa.
Aku tahu kamu berusaha untuk mengikuti mauku, tapi sepertinya sulit bagimu ya?
Maaf.
Jadi kuputuskan, aku akan menjadi kamu.
Aku akan menduplikatmu.
Caramu memandangku, caramu memperlakukanku, akan kukembalikan padamu.
Ini sulit untukku. Tapi bukan berarti tidak bisa.
Harapanku yang terakhir, semoga saja dengan ini aku tidak dibutakan euforia kehadiranmu.
Semoga saja dengan berjalannya waktu, aku kembali bisa menyukaimu dalam diam.
Benar-benar dalam diam, sampai kamupun ragu apakah aku masih menyukaimu atau tidak.
Ya, saat ini aku masih menyukaimu.
Tenang saja, aku tidak akan mengusikmu.
Jalani saja hidupmu seperti biasa.
Perasaanku adalah urusanku, biar kutata dia dengan caraku.
Dear kamu, baik-baik ya.