ceritanya dulu...


Inget pepatah “kita baru akan merasa kehilangan seseorang ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita”? Pasti hafal banget kan lo sama pepatah galau tadi. Ngerti  banget kan maksudnya apa?

Nah, malam minggu galau kayak gini emang enaknya cerita tentang perasaan  (tsaaaah)

Jadi dulu gw sempet ngerasa jleb banget bagai ditusuk sembilu di jantung hati sebelah kiri (ntah apa maksudnya) kalo denger orang bilang pepatah ginian. Mueheheheh

Jaman dahulu kala gw pernah jatuh cinta sama seorang pria. Pria tulen kok, bukan pria hasil rekayasa dokter. Masa awal pacaran kami awalnya lancar, tapi makin lama makin banyak kerikil yang menguji kesabaran dan kedewasaan kami dalam membina hubungan. Selepas SMA dan melanjutkan kuliah di universitas yang berbeda, otomatis intensitas ketemu makin jarang. Sifat gw yang selalu bawel tanya “kamu dimana? Sama siapa? Lagi apa?” rupanya mengganggu si pria ini. Mulai deh perangnya.

Si Pria meminta gw jangan terlalu cerewet, jangan terlalu mau tahu. Dia butuh privasi katanya. Walaupun berat, gw kasi apa yang dia pengen.

Mulailah hari-hari neraka gw, berusaha menjadi pacar yang rada cuek. Dan itu susah banget sumpah karena berlainan dengan watak asli gw.

Hari demi hari, bulan demi bulan. Gw makin merasa enjoy dengan sikap cuek gw. Nggak mau ambil pusing, nggak mau berfikiran negatif, nggak mau terlalu banyak tanya. Hidup rasanya tenang.

Pria ini mulai merasa aneh dengan sikap cuek gw. Lalu dia mulai berusaha memperbaiki kesalahan, mulai mendekati gw lagi, mulai memberi perhatian lebih. Tapi sayang, hati gw udah keburu jenuh. Hubungan ini udah flat, datar, nggak ada nyawanya lagi.

Ketika kami berada dalam puncak masalah, BOOOOMMM! Hancur lah semuanya ketika gw mengucap kata putus. Si pria menangis, meminta gw kembali ke sisinya. Jangan sangka gw nggak ikutan nangis. Tapi walaupun begitu gw tetep berpegang teguh sama pendirian gw.

Yaaah, intinya menyesal selalu datang belakangan kan?

Sekarang gw udah nggak mikirin masa lalu lagi. Kegagalan di masa lalu bukan untuk ditangisi, disesali, tetapi hanya dijadikan pembelajaran biar nggak terjerumus ke lubang yang sama.

Eniwei sekarang hati gw sedang penuuuh banget. Penuh dengan seseorang yang tiap hari, jam, menit, detik selalu mondar-mandir di sana. Seseorang dengan alur pikiran yang aneh, senyum lucu dan tingkah jenaka. Seseorang yang sukses besar bikin hari-hari suram gw jauh lebih berwarna J

Semoga ini yang terakhir..

Thanks for loving me, I LOVE YOU :*
Continue reading ceritanya dulu...